Menjalani peran ganda sebagai seorang pelajar sekaligus atlet profesional bukanlah tantangan yang ringan. Banyak talenta muda di Indonesia, termasuk di wilayah Palu, yang harus mengorbankan salah satu aspek hidupnya karena kesulitan dalam mengatur prioritas. Dalam workshop yang diselenggarakan oleh KONI Palu, ditekankan bahwa manajemen waktu bukan sekadar menyusun jadwal di atas kertas, melainkan sebuah seni untuk menyeimbangkan tuntutan akademis yang kaku dengan jadwal latihan yang sangat intensif dan melelahkan.
Kunci utama dalam pengaturan waktu yang efektif adalah kedisiplinan pada skala prioritas. Atlet muda harus menyadari bahwa pendidikan formal memberikan fondasi untuk masa depan jangka panjang, sementara olahraga adalah pengembangan potensi untuk karier yang spesifik. Workshop ini menyarankan penggunaan kalender digital atau jurnal fisik yang mencatat semua kewajiban, mulai dari jadwal kelas, sesi latihan, hingga waktu istirahat yang cukup. Tanpa penjadwalan yang disiplin, seorang atlet akan terjebak dalam kondisi “kejar tayang” yang hanya akan memicu stres tinggi dan penurunan performa di kedua bidang tersebut.
Teknik time blocking menjadi salah satu metode yang paling efektif untuk dibagikan kepada para atlet. Dalam teknik ini, waktu dibagi menjadi blok-blok spesifik yang didedikasikan untuk tugas tertentu. Misalnya, membagi waktu pagi hari untuk sesi latihan fisik sebelum sekolah, kemudian menggunakan waktu luang setelah sekolah untuk menyelesaikan tugas akademis, dan menyisihkan waktu malam hari untuk istirahat total. Membagi tugas besar menjadi bagian-bagian kecil yang dapat dikelola akan membuat beban terasa lebih ringan dan terukur. Konsistensi dalam menjaga blok waktu ini adalah rahasia mengapa atlet berprestasi bisa tetap mendapatkan nilai akademis yang membanggakan.
Selain penjadwalan, efisiensi dalam setiap kegiatan harus ditingkatkan. Seorang atlet harus belajar untuk fokus sepenuhnya saat berada di ruang kelas, sehingga waktu belajar yang singkat menjadi sangat berkualitas. Begitu pula saat berada di lapangan, konsentrasi penuh pada instruksi pelatih akan memperpendek durasi latihan yang diperlukan untuk menguasai sebuah teknik. Membuang waktu untuk hal-hal yang tidak produktif, seperti bermain media sosial secara berlebihan atau begadang, adalah musuh utama bagi atlet yang ingin sukses di kedua bidang secara bersamaan.