Dalam dunia seni bela diri full contact, Sanda dan Muay Thai sering dibanding-bandingkan. Keduanya memiliki reputasi sebagai disiplin yang efektif di atas ring. Meski memiliki kesamaan, banyak perbedaan mendasar yang membedakan dua gaya bertarung ini. Mari kita bongkar tuntas.
Sanda, atau Sanshou, adalah seni bela diri Tiongkok modern. Ia merupakan gabungan pukulan, tendangan, dan teknik grappling yang unik. Sanda berkembang sebagai bentuk pertarungan bebas dan sering terlihat dalam kompetisi Wushu. Fleksibilitas gerakannya sangat tinggi.
Muay Thai, dikenal sebagai “Seni Delapan Tungkai” dari Thailand. Ia menggunakan pukulan, tendangan, siku, dan lutut sebagai senjata utama. Muay Thai terkenal dengan kekuatan serangannya yang brutal dan efektivitas dalam pertarungan jarak dekat.
Persamaan utama antara Sanda dan Muay Thai adalah keduanya merupakan seni bela diri full contact. Kedua disiplin ini berfokus pada pertarungan di ring, menggunakan perlengkapan pelindung, dan bertujuan mengalahkan lawan dengan poin atau knockout.
Keduanya juga sangat menekankan kondisi fisik yang prima. Kekuatan, stamina, dan daya tahan adalah fondasi bagi petarung di kedua disiplin. Latihan intensif menjadi rutinitas wajib untuk menguasai teknik dan menghadapi tekanan pertarungan.
Perbedaan menonjol pertama adalah penekanan pada teknik grappling dan takedown di Sanda. Petarung Sanda diizinkan untuk melempar lawan ke matras, yang merupakan sumber poin signifikan. Ini membedakannya dari Muay Thai.
Muay Thai lebih fokus pada serangan striking dengan delapan titik kontak: dua tinju, dua siku, dua lutut, dan dua tulang kering. Teknik clinch juga sangat dominan untuk mengontrol lawan dan melancarkan serangan lutut atau siku jarak dekat.
Aturan pertandingan juga berbeda. Dalam Sanda, pertarungan sering dihentikan jika lawan terjatuh atau keluar ring. Sedangkan di Muay Thai, pertarungan terus berlanjut bahkan ketika lawan terjatuh, selama mereka bisa bangkit.
Sistem penilaian Sanda memberikan poin untuk pukulan, tendangan, dan takedown yang berhasil. Tendangan ke kepala seringkali bernilai lebih tinggi. Sementara itu, Muay Thai menilai efektivitas dan kekuatan serangan, dengan fokus pada damage yang dihasilkan.
Asal usul filosofi juga berbeda. Sanda berasal dari tradisi Wushu Tiongkok yang luas, menggabungkan berbagai gaya. Muay Thai berakar dari seni bela diri kuno Thailand, Muay Boran, yang berfokus pada pertarungan praktis dan brutal.
Latihan di Sanda cenderung lebih fokus pada kelincahan dan kecepatan, dengan penekanan pada gerakan kaki yang dinamis. Sementara Muay Thai lebih banyak melatih kekuatan hantaman dan daya tahan dalam clinch serta low kick.