Kebersihan fasilitas olahraga air sering kali menjadi titik kritis yang menentukan kesehatan para atlet maupun masyarakat umum yang menggunakannya. Bagi para atlet renang, air kolam bukanlah satu-satunya tempat yang memerlukan perhatian ekstra. Area pendukung seperti kamar bilas dan tempat penyimpanan pakaian justru sering kali menjadi sarang kuman jika tidak dikelola dengan standar sanitasi yang ketat. Memahami hal ini, KONI Palu mulai menggencarkan program sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan fasilitas olahraga air demi menciptakan standar ruang ganti sehat bagi seluruh atlet pelajar dan profesional di wilayah tersebut.
Salah satu tantangan utama di fasilitas publik adalah kelembapan yang tinggi. Lingkungan yang lembap dan hangat merupakan tempat berkembang biak yang sempurna bagi berbagai jenis bakteri dan jamur. Infeksi kulit seperti kutu air, kurap, hingga infeksi serius akibat bakteri Staphylococcus dapat dengan mudah menular melalui kontak dengan lantai yang kotor atau bangku yang jarang dibersihkan. KONI Palu menekankan bahwa pencegahan penyakit menular ini adalah bagian dari manajemen performa atlet, karena atlet yang sakit kulitnya tentu tidak akan bisa berlatih dengan nyaman di dalam kolam renang.
Program ruang ganti sehat ini mencakup beberapa protokol teknis yang harus dipatuhi oleh pengelola fasilitas. Langkah pertama adalah pembersihan rutin menggunakan cairan disinfektan pada area yang paling sering disentuh, seperti gagang pintu, keran air, dan lemari loker. Selain itu, sistem ventilasi udara di dalam ruang ganti harus dipastikan berfungsi dengan baik agar udara tidak pengap dan lantai lebih cepat kering. Udara yang bersirkulasi dengan lancar secara signifikan dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme berbahaya dan menjaga lingkungan tetap higienis bagi penggunanya.
Bagi para atlet, edukasi mengenai perilaku individu juga menjadi prioritas. KONI Palu menginstruksikan agar setiap individu selalu menggunakan alas kaki atau sandal karet saat berada di area bilas dan ruang ganti. Hal ini adalah langkah preventif paling sederhana namun sangat efektif untuk menghindari kontak langsung antara telapak kaki dengan koloni bakteri yang mungkin menempel di lantai basah. Selain itu, atlet diingatkan untuk tidak saling meminjam peralatan pribadi seperti handuk, perlengkapan mandi, atau baju renang, karena benda-bakteri ini dapat menjadi media penularan penyakit yang sangat cepat.