Implementasi dari kebijakan ini diawali dengan penyusunan aturan penggunaan yang lebih detail dan tersentralisasi. Setiap pengurus cabang olahraga (pengcab) yang ingin menggunakan Gedung Olahraga (GOR) atau stadion harus melalui prosedur perizinan yang jelas dan terjadwal. Kedisiplinan dalam mematuhi slot waktu yang telah ditentukan sangat penting agar tidak terjadi konflik antar-atlet saat menjalani latihan intensif. Selain itu, aturan penggunaan ini juga mencakup tanggung jawab para pengguna untuk menjaga kebersihan dan keamanan fasilitas selama aktivitas berlangsung. KONI Palu tidak akan ragu untuk memberikan teguran atau pembatasan izin bagi mereka yang terbukti abai terhadap pemeliharaan alat dan tempat latihan.
Fokus pada fasilitas GOR (Gedung Olahraga) menjadi prioritas karena bangunan ini merupakan pusat kegiatan bagi banyak cabang olahraga, mulai dari bulu tangkis, basket, hingga bela diri. Perawatan lantai gedung, sistem pencahayaan, dan ketersediaan air bersih memerlukan biaya operasional yang tidak sedikit dari dana hibah daerah. Dengan adanya disiplin yang kuat dari para pemakai, beban kerusakan akibat penggunaan yang salah dapat diminimalisir. Langkah ini juga merupakan bagian dari edukasi kepada para atlet muda bahwa profesionalisme seorang atlet juga tercermin dari bagaimana mereka menghargai lingkungan tempat mereka menimba ilmu dan berlatih.
Pengawasan di lapangan kini dilakukan secara lebih ketat melalui petugas yang ditunjuk khusus oleh KONI. Setiap kerusakan yang terjadi harus dilaporkan segera untuk mendapatkan penanganan tepat waktu. Disiplin dalam pelaporan ini krusial agar fasilitas tidak terbengkalai dan tetap layak digunakan untuk ajang kompetisi resmi. Pihak pengelola juga mulai menerapkan sistem pendaftaran daring untuk peminjaman sarana guna mempermudah transparansi dan menghindari praktik pungutan liar yang merugikan pihak cabang olahraga. Semua kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem olahraga yang mendukung pencapaian prestasi maksimal bagi Kota Palu.
Selain untuk kepentingan atlet elit, penataan ini juga bertujuan agar masyarakat umum yang ingin memanfaatkan fasilitas olahraga dapat terlayani dengan baik tanpa mengganggu jadwal latihan para atlet daerah. Keseimbangan antara fungsi pembinaan prestasi dan layanan publik harus dijaga melalui regulasi yang adil. KONI Palu terus bersosialisasi dengan para pemangku kepentingan untuk memberikan pemahaman bahwa fasilitas olahraga adalah aset bersama yang harus dijaga keberlangsungannya demi masa depan olahraga di Sulawesi Tengah.