Upaya untuk membangkitkan gairah olahraga di Ibu Kota Sulawesi Tengah kini memasuki babak baru dengan fokus utama pada pembinaan usia dini. Program strategis bertajuk KONI Palu Cari Bibit Unggul ini dirancang untuk menemukan talenta-talenta tersembunyi yang tersebar di berbagai institusi pendidikan. Mengingat pentingnya kesiapan infrastruktur dan mentalitas bertanding sejak dini, pemerintah daerah bersama pengurus olahraga juga mulai menyosialisasikan agenda road to Celebes Cup agar atmosfer kompetisi di kota ini semakin hidup dan kompetitif. Pelaksanaan kejuaraan atletik yang melibatkan ribuan siswa ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan biasa, melainkan menjadi wadah penjaringan atlet yang terintegrasi di mana peserta berasal dari antar pelajar se-kota yang siap berkompetisi secara sportif.
Atletik, sebagai “ibu dari semua cabang olahraga,” dipilih karena kemampuannya dalam membangun dasar fisik yang kuat bagi remaja, mulai dari kekuatan, kecepatan, hingga daya tahan. KONI Palu menyadari bahwa selama ini banyak bakat potensial di sekolah-sekolah yang tidak terpantau karena minimnya kompetisi yang terjadwal secara rutin. Melalui inisiatif ini, setiap pemenang di nomor lari, lompat, dan lempar akan masuk ke dalam database pembinaan jangka panjang. Mereka akan diberikan akses untuk berlatih di fasilitas olahraga milik daerah dengan bimbingan pelatih bersertifikat, sehingga transisi dari atlet pelajar menjadi atlet profesional dapat berjalan lebih mulus.
Proses cari bibit unggul ini dilakukan dengan standar penilaian yang objektif. Tim pemantau bakat (scouting) menggunakan parameter fisik yang telah ditetapkan untuk mengukur potensi pertumbuhan dan performa atlet di masa depan. Hal ini penting agar pembinaan tidak hanya didasarkan pada kemenangan saat ini, tetapi juga pada potensi jangka panjang atlet untuk bersaing di tingkat nasional. Guru-guru olahraga di sekolah juga dilibatkan secara aktif sebagai garda terdepan yang mengidentifikasi bakat siswa sehari-hari, kemudian menyalurkannya ke dalam sistem kompetisi resmi yang digelar oleh KONI.
Dampak dari penyelenggaraan kejuaraan ini sangat positif dalam membangun budaya hidup sehat di kalangan remaja Palu. Dengan adanya target kompetisi, siswa-siswa kini lebih giat berlatih di sore hari, yang secara tidak langsung menjauhkan mereka dari aktivitas negatif atau kenakalan remaja. Olahraga menjadi sarana pembentukan karakter yang efektif, mengajarkan tentang kedisiplinan, kerja keras, dan bagaimana cara menghadapi kekalahan dengan jiwa besar. Pemerintah Kota Palu pun memberikan dukungan penuh dengan menyediakan beasiswa prestasi bagi siswa yang berhasil memecahkan rekor daerah.